Kailolo atau negeri
Sahapory terletak di pulau Haruku, bagian timur pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah, prov. Maluku, tang terkenal dengan sebutan
sebagai Uli Hatuhaha atau Amarima Hatuhaha bersama dengan
Rohomoni-Mandalise, Kabauw-Samasuru, Pelauw-Matasiri, dan Hulaliu-Haturessy.
Kailolo merupakan satu dari empat buah
negeri/desa adat di Pulau Haruku yang beragama Islam. Kailolo memiliki hubungan
pela dengan negeri Amalessy atau dikenal dengan nama negeri Tihulale di
Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat dan memiliki hubungan gandong dengan
Rohomoni, Kabauw, Pelauw, dan Hulaliu
SEJARAH
NEGRI KAIKLOLO
Beberapa abad setelah perang Alaka yang
pertama melawan Portugis yang dipimpin oleh kapitan Halapiri, Portugis tidak
berhenti membujuk dan merayu Raja Raja Uli Hatuhaha. Untuk menghentikan bujukan
dan rayuan serta menyatakan penolakannya, dalam tahun 1590 diputuskan dalam
suatu utusan dengan maksud menemui pihak Portugis guna menyampaikan maksud dan
keinginan mereka karena dalam kedudukannya menurut adat Hatuhaha, Raja
Hatualasia (Hulaliu) mempunyai fungsi sebagai juru bahasa (juru runding) dalam
menangani urusan kemasyarakatan termasuk juga hubungan dengan pihak luar, maka
telah diputuskan dalam musyawarah agar Raja Hatualasia yang bernama Pikaihehe
Laisina harus diutus. Perlu diketahui pula bahwa dalam kedudukan menurut adat
Hatuhaha, Raja Pelauw berfungsi sebagai Raja Hatuhaha (upu Latu Nusa), Raja
Rohomoni sebagai Imam (Imam Makakukui) yang menangani urusan keagamaan, Raja
Kailolo mengurus masalah ekonomi, Raja Kabauw mengurus keamanan (panglima
perang). Karena Raja Hulaliu sebagai juru bahasa (juru runding),itulah sebabnya
maka ia diutus untuk menjumpai pihak Portugis guna menyatakan penolakan mereka
dan minta dihenikan pengiriman surat rayuan dan utusan ke Hatuhaha. Untuk
perundingan itu diberikan tenggang waktu sebulan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar